Pelaporan Realisasi Investasi di Kabupaten Lebak Triwulan II (April-Juni) dan Semester I (Januari
-Juni) Tahun 2026 berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Pelaku Usaha
Menengah dan Besar (Non UMK) yang dilaporkan secara online melalui sistem OSS
https://www.oss.go.id pada periode pelaporan Triwulan II Tanggal 1 s.d. 15 Juli 2026 oleh Pelaku
Usaha dan sudah di release oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dan data yang sudah
tercatat di portal satu data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi sampai
dengan Semester I (Januari-Juni) Tahun 2026 telah mencapai Rp. 1.19 Triliun (TW I Rp. 580 Miliar
Miliar dan TW. II Rp. 607 Miliar).
Target realisasi investasi pada Tahun 2026 (dalam dokumen RPJMD dan Renstra 2025-2029, dan
Renja DPMPSTP Kabupaten Lebak Tahun 2026)sebesar Rp. 1.41 Triliun, realisasi investasi sampai
dengan Semester I (Januari-Juni) Tahun 2026 sebesar Rp. 1.19 Triliun atau mencapai 84%.
Adapun untuk target yang dibebankan oleh DPMPTSP Provinsi Banten Tahun 2026 sebesar
Rp. 2.23 Triliun sudah tercapai 56%. Secara lebih rinci realisasi investasi pada Triwulan II dan
Semester I Tahun 2026, sebagai berikut :
• Realisasi Investasi pada Triwulan II (Periode: April-Juni) Tahun 2026 Kabupaten Lebak
Realisasi investasi mencapai Rp. 607 Miliar (PMDN Rp. 441 Miliar, Jumlah Proyek 646 Proyek)
dan (PMA 166 Miliar, Jumlah Proyek 94).
Peringkat 5 besar/top sektor realisasi investasi di Kabupaten Lebak :
1. Listrik, Gas dan Air Rp. 143 Miliar;
2. Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp. 111 Miliar;
3. Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp. 85 Miliar;
4. Industri Lainnya Rp. 54 Miliar;
5. Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan Rp. 49 Miliar.
Penyerapan tenaga kerja sebesar 2.984 Tenaga Kerja Indonesia (TKI), dengan jumlah
Perusahaan 216 dengan jumlah proyek 740 proyek.
Peringkat 5 besar, realisasi investasi berdasarkan negara secara berurutan : (1) R.R Tiongkok;
(2) Singapura; (3) Hongkong, RRT; (4) Malaysia; dan (5) Korea Selatan
Berdasarkan Investasi Hilirisasi : (1) Perkebunan dan Kehutanan (Rp. 35 Miliar), (2) Mineral
dan Batuan ( Rp. 31 Miliar), (3) Minyak dan Gas ( 437 Juta), dan (4) Perikanan dan Kelautan
(130 Juta)
• Realisasi Investasi Semester I (Periode : Januari-Juni) Tahun 2026 Kabupaten Lebak
Realisasi investasi mencapai mencapai Rp. 1,19 Triliun (PMDN Rp. 885 Miliar, Jumlah Proyek
1.212 Proyek) dan (PMA Rp. 302 Miliar, Jumlah Proyek 192).
Peringkat 5 besar/top sektor realisasi investasi di Kabupaten Lebak :
1. Listrik, Gas dan Air Rp. 269 Miliar;
2. Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp. 266 Miliar;
3. Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran Rp. 183 Miliar;
4. Tanaman Pangan, Perkebunan dan Peternakan Rp. 66 Miliar.
5. Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya Rp. 60 Miliar;
Penyerapan tenaga kerja sebesar 5.840 Tenaga Kerja Indonesia (TKI), dengan jumlah
Perusahaan 257 dengan jumlah proyek 1.404 proyek.Peringkat 5 besar, realisasi investasi berdasarkan negara secara berurutan : (1) R.R Tiongkok;
(2) Singapura; (3) Thailand; (4) R.R Malaysia; dan (5) Hongkong, RRT.
Berdasarkan Investasi Hilirisasi : (1) Mineral dan Batuan ( Rp. 60 Miliar), (2) Perkebunan dan
kehutanan (Rp. 39 Miliar), (3) Minyak dan Gas (1 Miliar), dan (4) Perikanan dan Kelautan (350
Juta).
Ket : Nilai Investasi berdasarkan penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang
dilaporkan secara online http://www.oss.go.id dan periodik oleh Pelaku Usaha PMA dan PMDN di
wilayah Kabupaten Lebak Tahun 2026 dan sudah di release dalam Konferensi Pers Menteri Investasi
dan Hilirisasi/BKPM di Istana Negara, 16 Juli 2026 dan Rapat Koordinasi Realisasi Investasi Triwulan II
dan Semester I Tahun 2026Tingkat Provinsi Banten, 28 Juli 2026.
Sumber data : Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM



Leave A Comment