Senin, 20 November 2017 - Wib
Arab China Korea Jepang English Indonesia

Investasi Genjot Industri dan Ekonomi

Rabu, 25 Oktober 2017 09:24:24 wib
Dibaca: 12 Pungunjung

Tiga tahun era Jokowi-JK sektor industri terus diperhatikan agar bisa menarik jumlah tenaga kerja. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk menambah jumlah tenaga kerja harus lewat investasi baru. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan kontribusi sektor manufaktur termasuk migas di Indonesia menyumbang sekitar 20% terhadap PDB. Airlangga memproyeksi dalam dua sampai tiga tahun kedepan berkontribusi sampai 22%-23% bagi PDB. "Kuncinya ada di investasi. Investasi itu meningkatkan pertumbuhan industri dan pertumbuhan ekonomi," tutur Airlangga di gedung Kementerian Perindustrian, Senin (23/10). Airlangga menjelaskan beberapa investasi yang masih dikejar. Di antaranya, di industri petrokimia, ada investor asal Korea Selatan, Lotte Chemical akan segera merealisasikan investasinya sebesar US$ 3-4 miliar untuk memproduksi naphtha cracker. Lokasinya di Cilegon, Banten dengan total kapasitas sebanyak 2 juta ton per tahun. Selain itu dalam kunjungan kerjanya pekan lalu Kementerian Perindustrian fokus mendorong para pelaku industri Jepang skala menengah untuk terus berinvestasi di Indonesia. Terdapat tiga sektor manufaktur yang berpotensi dikembangkan bersama oleh kedua negara saat ini, yaitu industri otomotif, elektronika, serta makanan dan minuman. Bila dibanding negara lain di ASEAN, investasi Jepang di Indonesia bisa kembali return 60% dari investasi awal mereka," kata Airlangga. Menurutnya dalam menawarkan investasi fast track (jalur cepat) dan normal track. Bila fast track, Kemenperin telah memfasilitasi pembangunan kawasan industri khususnya di luar Pulau Jawa. "Untuk yang jalur normal biasanya makan waktu karena bukan di kawasan industri," kata Airlangga. Pada tahun 2015 hingga 2017, telah dibangun tiga kawasan industri baru di Pulau Jawa dan tujuh kawasan industri baru di luar Pulau Jawa dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 38.432 orang. Untuk kawasan industri baru di luar Pulau Jawa yang telah beroperasi, antara lain di Sei Mangkei (Sumatera Utara), Morowali (Sulawesi Tengah), Bantaeng (Sulawesi Tenggara), Palu (Sulawesi Tengah), dan Konawe (Sulawesi Tenggara). Meski demikian masih ada industri yang terpuruk karena harga gas yang tak kunjung. Seperti industri kaca, keramik dan juga sarung tangan. "Alternatif lain bisa dari pengadaan gas dari Qatar ke Sumut. Atau kajian studi lain kawasan industri dibuka punya gas sendiri," kata Airlangga. Dari catatan Kemenperin selama periode tahun 2015-2017, jumlah unit usaha industri menengah dan sedang mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu mencapai 4.433 unit usaha sampai triwulan II tahun 2017, jika dibandingkan tahun 2014 sebanyak 1.288 unit usaha.

DOWNLOAD FILES

TAUTAN LINK

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana Menurut Anda Tentang Layanan DPMPTSP Kabupaten Lebak?

Baik Sekali
Baik
Kurang
Tidak Tahu
Top